Mengenal Tubuh Sendiri

Dalam satu materi tulisan saya yang lumayan panjang, seorang penilai menganggap penjelasan saya tentang beberapa bagian terlalu bertele-tele.  Terutama di bagian yang membahas anatomi tubuh manusia, “seakan semua orang itu awam tentang anatomi” demikian bunyi komentar tersebut.

Saya sempat terperangah, pertanyaan semacam :

“benarkah demikian?”

“benarkah semua orang sebenarnya telah mengenal anatomi tubuh dengan baik?” bergaung sesaat di dalam kepala saya. Untung saya ingat, bahwa materi tulisan yang saya buat itu bukan dibentuk dalam rekaan imaginasi semata tapi berdasar kepada pengamatan sekeliling yang cukup kuat.

 

Strata Bawah

Tapi sekedar untuk meyakinan saya sempat keluar rumah dan bertanya kepada satpam  penjaga di depan.

“Pak, bapak tahu tempatnya hati dalam tubuh kita di mana?”

Satpam ini pastinya agak terkejut. “mboten-mboten nanyanya?” mungkin kalimat yang terbersit di pikirannya. Tapi dia menurut dan menunjuk ke bagian tengah dadanya. Saya tersenyum puas, setelah mengkoreksi letak yang tepat dari liver tersebut kepada beliau, saya tinggalkan dia. Pasti bingung setengah mati si bapak satpam itu.

Bukti pertama!

 

Strata Menengah Atas

Target kedua saat makan siang tak lama setelah itu. Berbicara dengan seorang rekan yang usianya jauh lebih tua, namun jelas dari status ekonomi serta pendidikan yang jauh di atas sang satpam tadi. Ia heran melihat saya memisahkan porsi karbohidrat serta protein hewani saya. Lebih heran lagi saat saya hanya menyantap karbohidrat dan meminta dibungkus untuk dibawa pulang sisanya.

“Kenapa dipisah?” tanyanya. Saya menjelaskan bahwa itu pola makan yang saya lakukan 4-5 hari dalam seminggu, setidaknya selama sepuluh tahun terakhir. Agar selaras dengan kerja enzim pencernaan jelas saya singkat.

“Ah, aneh-aneh saja! Ntar juga diaduk di ususnya sama aja”

Saya tersenyum seraya bertanya, memang usus fungsinya buat mencampur makanan? Dia tertawa, yah kurang lebih begitulah. Hoho..

Bukti kedua!

 

Strata Kaum Medis

Kalau yang terakhir dan semakin menguatkan pendapat saya datang saat seorang teman di pusat kebugaran datang menghampiri. Dia kebetulan dokter dan telah lama mengetahui bahwa saya sering membantu rekan di gym yang mengalami masalah fisik.

“Rik, ada masalah nih di punggung”

Kami berdiskusi dan saya berusaha menelaah apa permasalahan yang dia hadapi. Karena dia terbiasa berbicara dengan bahasa medis serta terbiasa mendiagnosa, segera problem yang dideritanya langsung tereka oleh saya.

Kemudian ia saya bantu untuk melakukan serangkaian gerakan untuk membebaskannya dari rasa sakit. Terakhir ia melakukan headstand dengan kursi selama 1 menit, begitu turun ia memandang saya dengan takjub.

“Eh ajaib, sakitnya hilang?”

Saya bertanya, sebagai seorang dokter apakah ia tidak bisa mengira-ngira apa yang saya lakukan? Ia menggelengkan kepala. Saya segera menyebut serentetan nama otot serta struktur tulang juga sistem saraf terkait yang terkait dengan apa yang baru saja kita lakukan.

“Saya tahu itu semua, tapi saya gak tahu kalau itu bisa begitu”

Hoho, bukti ketiga!

 

Awam anatominya sendiri

Perkiraan saya benar nampaknya. Hampir secara general, orang tidak memahami konsep anatomi dirinya sendiri. Jangankan orang awam, seorang berpendidikan bahkan kalangan medis sekali pun (kadang) awam dengan apa yang bisa dilakukan kepada sistem anatominya.

Sementara pemahaan serta pengenalan identik dengan kesehatan organ anatomiah itu sendiri. Bagaimana mau merawat kalau tahu kenapa harus dirawat saja tidak?

Jadi, terlepas dari pendapat penilai materi tulisan saya di awal tadi, saya meyakinkan diri untuk membagi ilmu pengetahuan sederhana saya ini kebanyak orang. Mungkin tidak harus lewat materi tuisan yang njlimet. Dari yang sederhana saja, setidaknya dengan mulai menulis informasi kesehatan secara sederhana tak merumitkan agar semua orang bisa mengerti.

Semoga berguna!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s